Kriteria Zodiak Scorpio

Posted: July 1, 2014 in Others

Scorpio – Kalajengking
(24 Oktober – 22 November)

Panjang Akal, Pendiam, Pendendam, Gigih, Tekun

Nomor Keberuntungan: 2, 9, 16, 27, 32, 47

Aroma Keberuntungan: Lada Hitam, Kopi, Kayu Pinus, Bunga Sedap Malam

Planet Yang Mengitari: Mars & Pluto

Bunga Keberuntungan: Tumbuh-Tumbuhan Yg Berduri

Warna Keberuntungan: Merah Tua

Batu Keberuntungan: Batu-Batuan Yang Berwarna Merah Darah

Elemen Keberuntungan: Air

Pasangan Serasi: Taurus

Para scorpio merupakan orang yang giat, emosional dan posesif. Mereka suka bekerja keras dan perfeksionis; mereka selalu melihat hidup dari sisi pahitnya. Mereka tidak menyukai kelemahan baik dalam diri mereka sendiri maupun dalam diri orang lain. Mereka sangat dermawan dan penuh kasih dan selalu membela kaum yang lemah. Mereka pandai menyimpan rahasia dan memiliki insting yang kuat. Daya tariknya ada pada tatapan matanya yang dapat menarik orang dengan kekuatan magnetiknya. Scorpio dapat menjadi orang yang setia, namun juga musuh yang berbahaya. Mereka pribadi yang penuh etika dan berpegang teguh pada peraturan yang mereka yakini dalam hidup mereka. Sikapnya yang penolong, setia membuat orang yang mengenalnya merasa beruntung berada di pihaknya. Jika kamu berada di pihak yang berlawanan dengannya, maka ia akan menjadi musuh yang pendendam dan kejam. Sedikit orang yang bisa menyadari kemampuan sejati scorpio karena sikapnya yang pendiam dan rendah hati terhadap apa yang telah mereka capai. Mereka orang yang selalu menepati janjinya dan jarang menarik kembali kata-kata yang telah terucap dari mulut mereka. Mereka pengamat yang cermat dan pandai mengukur situasi. Mereka tidak pernah terlibat dalam situasi tanpa persiapan yang matang, maka dari itu mereka selalu menjadi pesaing yang tangguh. Mereka selalu bersedia menolong yang lemah, penuh informasi dan pandai menjaga rahasia.

Asmara para Scorpio: Scorpio adalah zodiak yang paling perasa. Mereka penuh gairah, setia dan sangat romantis. Mereka tidak akan terlibat dalam suatu hubungan tanpa penyelidikan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pilihannya itu merupakan pribadi yang setia dan jujur. Bila iya, maka ia akan menunjukkan sisi pribadi yang selama ini dia sembunyikan. Mereka sangat pencemburu jika menemukan sesuatu yang dicurigai tanpa alasan yang kuat. Tidak ada yang dapat menyakiti Scorpio kecuali perasaan dicurangi dan dikhianati oleh pasangannya.

Source: Kaskus

Mencermati debat capres kemarin dengan tema kebijakan luar negeri dan ketahanan nasional, sejumlah hal patut menjadi bahan kupasan. Misalnya tentang hubungan dengan negara tetangga, keberanian mempertahankan kedaulatan dan kekayaan negara, masalah TKI, dan kebijakan atas Palestina. Sebagai perbandingan akan lebih baik jika melihat kebijakan pemerintahan SBY, selama 10 tahun terakhir terkait kebijakan luar negerinya. Kita bisa melihat, apakah para capres itu benar-benar memiliki strategi baru, atau hanya sekadar tambal sulam saja.

Berikut ini adalah sejumlah kebijakan positif pemerintahan SBY terkait dengan hubungan internasional dan ketahanan nasional:

1. SBY meningkatkan jumlah anggaran pertahanan untuk TNI sekitar 4 kali lipat, sejak berkuasa. Pun anggaran keamanan untuk Polri. Anggaran TNI 2004 hanya Rp 21 triliun, sekarang menjadi 84 triliun. Anggaran Polri 2004 hanya Rp 13 triliun, sekarang menjadi Rp 47 triliun.

2. SBY berhasil menambah jumlah kemitraan strategis dengan negara lain, dari awalnya hanya 2 negara menjadi 16 negara. Kemitraan strategis adalah bentuk hubungan bilateral yang lebih tinggi daripada hubungan biasa.

3. Pada masa SBY, Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Afrika lagi, menjadi tuan rumah APEC, menjadi tuan rumah banyak sekali kegiatan skala internasional, termasuk World Democracy Forum. Pengakuan internasional makin jelas. Jadi kalau para capres bilang, Indonesia harus makin diakui dunia, hal itu sudah dimulai sejak pemerntahan SBY. Memangnya pengakuan dan posisi strategis bisa muncul ujug2? Semua ada prosesnya. Dipikir sang capres, mendapatkan pengakuan internasional bisa dilakukan setahun dua tahun?

4. SBY berhasil menghilangkan embargo peralatan militer kepada Indonesia yang dilakukan oleh Amerika Serikat sejak 1990-an.

5. Pada masa SBY, jumlah pasukan perdamaian yang dikirim Indonesia meningkat berkali-kali lipat dari hanya ratusan tentara/polisi pertahun menjadi hampir 2000 personel pertahun. Peran ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan wawasan personel TNI/Polri.

6. Pada masa pemerintahan SBY-lah, Indonesia baru berani bersikap KERAS terhadap Australia, dengan memanggil pulang duta besar di Australia dan dibiarkan kosong selama berbulan-bulan. Akibat kebijakan tersebut, pemerintahan Australia mendapat kecaman dari rakyatnya karena menganggap pemerintah Australia tidak mampu menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Indonesia benar-benar berada di atas angin. Indonesia sudah berani, bukan penakut seperti yang dilontarkan oleh salah satu capres. Kemana saja sang capres itu selama ini?

7. Baru pada masa pemerintahan SBY terjadi moratorium atau penghentian sementara pengiriman TKW ke Arab Saudi, karena pemerintah Arab tidak bersedia menyepakati sejumlah syarat perlindungan TKW di sana. Bentuk nyata yang sudah diambil, dan bukan sekadar wacana seperti yang dilontarkan salah satu capres. Kemana saja sang capres selama ini?

8. Sejak dulu sampai sekarang, termasuk pada masa pemerintahan SBY, Indonesia memang mendukung dan bahkan mengakui kemerdekaan Palestina. Itu sudah isu lama dan sudah dijalankan. Indonesia juga selalu mengutuk Israel dan tidak pernah punya hubungan diplomatik dengan negara itu. So apa yang baru? Hanya sebuah penegasan saja. Siapapun presidennya, Indonesia pasti mendukung Palestina. Tak terbantahkan lagi.

9. Baru pada masa pemerintahan SBY-lah negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa menandatangani kesepakatan ttg kedaulatan Indonesia secara penuh. Di sana termasuk pelarangan terhadap kekuatan apapun yang hendak mengganggu kedaulatan Indonesia. Sebelumnya, sejumlah negara Eropa cenderung membiarkan kekuatan-kekuatan separatis Indonesia yang berkegiatan di negara mereka. Sekarang tidak bisa lagi. Mereka harus melarang kegatan separatis Maluku, separatis Papua atau lainnya, jika melakukan kegiatan di negara mereka.

10. Dan terakhir yang saya catat adalah kebijakan pemerintah Jepang yang membebaskan visa untuk warga negara Indonesia. Hal ini sudah pasti tidak lepas dari diplomasi Indonesia terhadap Jepang. Buah dari diplomasi pemerintahan SBY dan semua pihak/masyarakat Indonesia yang bersikap bersahabat terhadap negara manapun.

Dari 10 hal ini, saya menilai bahwa cuap-cuap para capres dalam debat semalam, tidak akan menjadi apa-apa jika kondisi sekarang belum baik. Kebijakan luar negeri Indonesia sudah membaik. Indonesia sudah mulai dilirik oleh bangsa lain, oleh dunia, dan akan menjadi kekuatan besar, dalam 10-30 tahun mendatang. Tidak mungkinlah para capres itu berkoar mampu membuat Indonesia jaya hanya dalam 5 tahun masa pemerintahannya,jika kondisi sekarang bobrok. Modalnya justru ada saat ini, karena kondisinya sudah makin membaik. Harus diakui… mereka tinggal melanjutkan dan memperbaiki kinerja pemerintahan SBY.

Mentalitas Seorang Juara

Posted: May 21, 2012 in Politik

 Image

 

Mentalitas seorang juara!

Pada artikel kali ini saya akan sedikit menceritakan sesuatu yang berbeda dari artikel-artikel saya sebelumnya. Bila sebelumnya mengenai kesuksesan, kehidupan dll maka kali ini artikel saya mengenai olahraga. Eitss tunggu dulu, meskipun mengenai olahraga tapi cerita ini memiliki makna tersendiri yang sangat layak untuk ditiru oleh kita semua.

Sebagai pecinta sepak bola pasti sudah banyak yang tau orang-orang seperti pele, maradona. Pecinta Formula 1 pasti sudah tau seseorang M. Schummacher. Pecinta Basket ball pasti juga tau seseorang M.Jordan. Pecinta MotoGP pasti tau seseorang V.Rossi. Semua orang yang saya sebutkan disini adalah orang-orang yang mempunyai mentalitas sebagai juara di bidangnya masing-masing.

Tapi disini saya tidak mengulas semua bidang olah raga, melainkan hanya 1 yakni SEPAK BOLA.

Sebagai pecinta sepak bola siapa sih yang tidak mengenal alessandro del piero?singkat cerita, del piero adalah pemain senior italia dan Juventus. Dia sudah ber karier di juventus sejak tahun 1993 sampai  june 2012 pada saat masa kontrak nya sebagai pemain juventus sudah habis. See? sudah 19 tahun dia hanya membela 1 klub saja. Sangat jarang dalam dunia olahraga sebuah pemain  bertahan selama itu di Tim nya. Pada tahun 2005, klub yang dia bela saat itu juventus terlibat kasus pengaturan skor yang berakibat hukuman degradasi ke kasta yang lebih rendah (pada saat itu Juventus bermain di Serie A dan harus bermain di Serie B akibat hukumannya). Siapa sih pemain pemain bintang yang sedang naik daun yang ingin bermain di kasta terendah dalam dunia sepak bola? Del piero lah jawabannya. Pada saat itu banyak sekali pemain-pemain bintang yang ada di juventus yang pergi meninggalkan klubnya karena tidak ingin bermain di kasta terendah yang bisa menghancurkan kariernya. Tapi TIDAK dengan delpiero. Dengan ke LOYALITAS annya dia tetap berjuang untuk Tim dimanapun dia berada. Dan 1 lagi, delpiero menerima potongan gaji agar tetap bisa bermain bersama juventus.

Dalam cerita ini del piero mengajarkan kita banyak hal mengenai kehidupannya,

LOYALITAS

Kesetiaannya terhadap klub mengajarkan kita bagaimana menjaga kesetiaan terhadap apa yang kita punya saat ini. Bagi kamu yang sudah bekerja, cobalah setia terhadap perusahaan yang kamu tempati. Bagi kamu yang sudah mempunyai pacar, cobalah untuk setia J

KOMITMEN

Komitmen untuk berjuang terhadap klub yang tidak dipunyai oleh semua pemain sepak  bola. Komitmen disini dapat diartikan sebagai tanggung jawab. Sudah sejauh mana kah komitmen kamu terhadap janji-janji kamu di masa lalu?

KESABARAN

Di tahun terakir del piero jarang di mainkan oleh pelatih. Dengan kesabarannya dia hanya menunggu di bangku cadangan. Seorang juara sejati yang tidak banyak komentar bila duduk sebagai pemain cadangan.

TOTALITAS

Sangat jarang dimainkan di musim terakhir, tetapi bila mendapat kepercayaan oleh pelatih ia tidak menyianyiakan waktunya untuk bermain. Tidak jarang ia menjadi penentu kemanangan Klub setiap dimainkan. Disini kita diajarkan untuk totalitas dalam apa yang kita kerjakan. Melakukan yang terbaik di setiap kegiatan yang kita lakukan.

TIDAK SOMBONG

Pada tahun 2000an ia dinobatkan sebagai pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia. Lantas dengan penghargaan seperti itu ia tetap saja rendah hati dan tidak ada kontroversi  mengenai dirinya.

Masih banyak pelajaran-pelajaran yang bisa di ambil dari kehidupan seorang del piero. Pelajaran yang juga dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari kita.

Grazie,

Sandy Kharisma_PPM School of Management

Pilihan sederhana

Posted: April 22, 2012 in Others

Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat, makmur, punya banyak teman, dan bahagia, ataukah anda memilih hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan sengsara ? Pilihan ini tentu gampang. Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama tanpa pikir panjang.

Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya hadir dalam kehidupan anda ? Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya anda punya pilihan, tetapi tidak diberikan sekaligus seperti yang ada di awal tulisan ini. Pilihan itu melainkan diberikan secara bagian per bagian dalam setiap sisi kehidupan anda. Hari demi hari, saat demi saat – semua yang anda pilih dalam hidup sebenarnya adalah bagian dari pilihan di atas. Dan pilihan andalah yang menjadi kenyataan hidup anda.

Pilihan-pilihan sederhana yang anda buat, yang mungkin anda anggap sepele, akan membentuk jawaban besar. Pilihan-pilihan sederhana ini yang mempengaruhi hidup anda. Di sepanjang jalan kehidupan, anda akan terus berhadapan dengan pilihan-pilihan sederhana, untuk itu tetaplah fokus pada arah mana tujuan hidup anda bergulir. Buatlah pilihan yang tepat – sekalipun sederhana – karena hidup anda akan ditentukan oleh pilihan-pilihan yang anda buat.

Sandy Kharisma_PPM School of Management


Persahabatan

Posted: April 6, 2012 in Others

Persahabatan, sebenarnya seberapa penting itu untuk kita? Untuk saya pribadi, sebuah persahabatan sangat penting, sangatlah penting!. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, yang butuh untuk bersosialisasi, berkumpul. Tetapi di sisi lain, manusia juga adalah makhluk yang terdiri dari ego, “kemenangan” dari sang ego ini membuat manusia jadi egois.

Keberadaan sahabat, untuk saya sangat membantu dalam meredam ego ini. Kebutuhan untuk mendengarkan dan didengarkan, saling berbagi, saling berdekatan, bahkan saling “bertengkar” membuat sebuah persahabatan menjadi penting. Teorinya, sahabat adalah orang yang bisa menerimamu apa adanya. Saat kamu benar dia akan mendukungmu, saat kamu salah dia akan memberitahumu kalau kamu salah, “menyalahkan” kesalahanmu tetapi bukan menyalahkan hidupmu, tidak men-‘cap’-mu karena kesalahanmu dan tetap di sisimu untuk membantumu memperbaiki kesalahanmu. Sahabat adalah orang yang mungkin tidak akan selalu ada bersamamu terus-menerus, tetapi dia bisa menjadi orang pertama yang ikhlas kamu hubungi kapan pun dan di manapun hanya untuk mendengarkan keluh kesahmu. Seorang sahabat adalah orang di mana kita sanggup untuk “berdarah-darah” karena membelanya, rela melakukan apa saja hanya untuk melihat senyumnya mekar kembali.

Itu teorinya, prakteknya ternyata sulit, bisa jadi karena hal-hal di luar kendali kita. Tetapi bukan tidak mungkin untuk dipelajari. Dimulai dari diri sendiri. Meredam ego, mencoba berkompromi, bertanggung jawab atas semua perbuatan, menghargai orang lain, rela membuka hati dan telinga untuk mendengarkan, tetap berbicara dengan nada santai dan kalem walaupun diri sedang dikuasai emosi, dan yang penting adalah senyum. Mungkin kalau kita kucing, kita bisa bertingkah menggemaskan, bermanja-manja dan mengelendot di kaki seseorang, dan mengeluarkan suara “Meong” yang lucu. Atau kalau kita anjing, kita bisa memasang tampang lucu dan mengibas-ngibaskan ekor sebagai tanda persahabatan. Tetapi kita bukan kucing, bukan pula anjing. Kita tidak punya suara “Meong” yang lucu atau ekor untuk dikibas-kibaskan. Tetapi kita punya senyum.

Menurut David J. Lieberman, Ph.D, senyum (ikhlas), mengandung 4 hal penting: kepercayaan diri, kegembiraan, antusiasme, dan penerimaan. Kamu tersenyum (mekar, ikhlas dari hati) memperlihatkan bahwa kamu yakin dengan diri kamu dan keadaan sekitarmu. Kamu tersenyum, berarti kamu menunjukkan pada orang-orang di sekitarmu bahwa kamu menganggap mereka menyenangkan (dan setiap orang pasti merasa senang kalau dianggap menyenangkan). Kamu tersenyum, kamu menyiratkan bahwa kamu tulus menerima dia apa adanya.

Saya sendiri bisa dibilang cukup mempunyai beberapa sahabat. Semua sahabat saya rata-rata adalah teman saya pada saat saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Bahkan ada 1 sahabat saya ada yang dari Tk-SD-SMP-SMA selalu bareng tempat sekolahnya hehe ada beberapa teman saya berkata “san kok lo masih main sama temen-temen SD, temen SD gue aja udah ga tau pada kemana”. Kata-kata tersebut sering saya dengar ketika saya sedang berkumpul dengan para sahabat disaat teman saya yang lain menanyakan keberadaan saya. Disitu pun saya bilang, “gue sih main sm siapa aja ga milih-milih temen, sama temen SD SMP SMA aja masih berhubungan baik kok”.  Saat saya merasakan mereka menjauh, atau tidak ada kabar, saya sering sms/bbm meraka untuk sekedar mengobrol atau menanyakan kabar. Kadang menghampiri rumahnya bila memang kedekatan kami sangat dekat.

Berpikir seperti ini membuat saya tiba di satu titik. Bahwa mungkin selama ini konsep saya tentang sebuah persahabatan itu salah. Saya dan mungkin ada banyak orang lain, sering menganggap bahwa sahabat adalah orang tempat kita bisa berkeluh kesah tentang apa saja. Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa mereka juga manusia yang JUGA membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah? Bahwa mereka juga manusia dengan segala keterbatasannya, manusia yang juga butuh untuk dibahagiakan, dicintai, dan dimengerti.

Ada yang pernah berkata kepada saya, “Sesuatu akan menjadi sangat berharga saat kamu sudah kehilangannya.” Bisa jadi itu benar, bisa jadi itu salah, tergantung bagaimana kita menyikapinya. So, haruskah kita benar-benar kehilangan dulu baru kemudian kita menyadari bahwa dia berharga tetapi semua sudah terlambat, dan kita tidak bisa membalikkan keadaan seperti semula? Tidak. Tidak harus begitu. Mungkin, dari sekarang kita tidak perlulah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Mulai mencintai apa yang kita miliki, bukan yang kita inginkan.

Seorang sahabat, dia bukan dewa, dia bukan yang maha segalanya. Dia juga manusia, sama seperti kita. Mulailah memikirkan hal-hal yang menyenangkan yang mungkin belum kamu lakukan untuk sahabatmu. Beritahu sahabatmu bahwa mereka berharga, bahwa kamu merasa nyaman berada di dekatnya, apa pun dan bagaimanapun keadaannya.

Pertanyaannya, apakah kamu sudah cukup care dengan sahabat-sahabatmu/teman-temanmu?dimana teman-temanmu pada saat SD, SMP?

Coba hubungin mereka bila kamu ada kesempatan waktu J.

Sandy Kharisma – PPM School of Management

Membicarakan tentang pemimpin, setiap orang pasti punya gaya kepemimpinan yang berbeda beda, dari yang tegas, lembut, santai dan masih banyak tipe-tipe kepemipinan yang lain. Dari semua itu tidak jarang juga seorang pemimpin tidak disukai bawahannya maupun kerabatnya sendiri atas gaya kepemimpinannya. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah,  seorang pemimpin harus mempunyai sifat kedewasaan pada dalam dirinya. Karena Kedewasaan adalah saat seseorang tetap bisa bersikap tenang dan bijaksana dalam menyelesaikan sebuah situasi atau masalah seberat apapun. Beberapa orang yang menganggap dirinya dewasa tetapi tidak memperhatikan perasaan orang lain. Karena sifat kekanak – kanakannya tidak dapat dikalahkan, mereka hanya dapat melihat suatu masalah dari satu sudut pandang saja dan orang itu tidak pernah merasakan apa yang orang lain rasakan. Kedewasaan seseorang dapat di ukur dari sudut pandang pemikiran, cara berfikir dan cara menyikapi suatu masalah bukan dari umur seseorang.

Dalam sebuah lingkungan kuliah/kerja/organisasi, pasti ada seorang pemimpin yang tentunya akan menentukan arah kepada bawahannya untuk memajukan sebuah tujuan tetentu. Di saat kamu berada pada sebuah posisi sebagai seorang pemimpin, kedewasaan merupakan sebuah titik penentu apakah kamu mampu memimpin bawahan kamu atau tidak. Tidak jarang sebagai seorang pemimpin kita menemukan bawahan yang sulit untuk diatur baik dalam hal kinerja maupun sikap. Dalam hal ini, kedewasaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan.

Seorang pemimpin yang baik akan selalu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat dan bersikap bijaksana tanpa melibatkan keegoisannya. Keberhasilan pemimpin tergantung dari kemampuannya bersikap dewasa, karena saat pemimpin tidak dapat bersikap dewasa dan mementingkan kepentingannya sendiri, maka bersiaplah untuk tidak di dengarkan. Berikut ini beberapa hal yang membutuhkan kedewasaan sikap seorang pemimpin:

Saat menghadapi teman kamu yang menunjukkan sikap sulit di atur, posisikanlah diri kamu sebagai pembimbing dan pahami karakter baawahan kamu.

Ketika Mood kamu sedang tidak baik jangan pernah bawa itu menjadi masalah yang kamu limpahkan ke teman/bawahan kamu, apalagi jika kamu menganggap apa yang mereka lakukan selalu salah.

Dalam membuat keputusan, seorang pemimpin yang dewasa akan membuat keputusan dengan sangat bijaksana dengan tanpa mementingkan egonya.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menumbuhkan kedewasaan dalam dirinya. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kebijaksanaan dalam diri kamu sendiri.

SANDY KHARISMA_PPM School of Management

Think Outside The Box ? Why not !

Posted: December 12, 2011 in Others

Cerita ini terinspirasi ketika saya harus membuat sebuah café incubator bisnis di dalam kampus saya, incubator bisnis ini juga termasuk dalam mata kuliah saya yang bernama entrepreneurship dimana mahasiswa harus belajar dan mengelola sendiri café tersebut sampai pada waktu yang ditentukan. Mulai dari pembelian bahan makanan, memasak, melayani, pemasaran, mahasiswa dituntut untuk mengerti, memahami dan serba bisa dalam melakukan proses segala hal tentang pelaksanaan bisnis café tersebut.

Ada 1 persyaratan dari kampus dimana membuat semua mahasiswa harus berfikir keras bagaimana cara memecahkan persyaratan tersebut.

Persyaratan tersebut adalah : Dilarang menggunakan kompor dan api !

Semua pasti berfikir, di sebuah café tidak terdapat kompor api yang harus memasak semua bahan makanan. Lantas, bagaimana membuat makanan nya? memanaskannya? menggorengnya? merebusnya?

Sebenarnya pertanyaan diatas dapat dijawab dengan mudah jika kamu berfikir outside the box. Saya pun sudah tahu jawabannya hehe.

Kalimat di atas sebenernya hanya introduction saja mengenai think outside the box. Saya pun kembali teringat dengan cerita yang pernah saya baca dulu tentang logika.

Berikut ceritanya :

Pada suatu malam, di tengah hujan deras dengan banyak guntur, Anda sedang menyetir sendirian dengan mobil kecil. Jalanan tempat Anda melaju, letaknya agak jauh dari perumahan penduduk.

Tiba-tiba, di tengah jalan, mobil Anda dihentikan oleh 3 orang yang yang sedang menunggu tumpangan:
1. Perempuan tua yang sekarat, yang sangat memerlukan bantuan darurat.
2. Seorang teman lama, yang pernah menyelamatkan hidup Anda.
3. Partner yang sempurna, yang Anda impikan selama ini.

Siapa yang Anda pilih, untuk ikut bersama Anda? Karena mobil Anda kecil, jadi hanya muat satu orang bersama pengemudi. Pikirkan baik-baik!

Netter yang bijaksana,

Ini sebuah dilema moral, untuk memilih yang terbaik bagi Anda dan sesama:
– Membawa wanita tua yang sekarat dan perlu pertolongan darurat (dia tidak punya banyak waktu menunggu).
– Memilih teman lama, yang pernah menyelamatkan hidup Anda. Ini adalah waktu yang tepat untuk membalas budi baiknya.
– Memilih partner yang sempurna, yang belum tentu akan Anda temui lagi seumur hidup.

Ada banyak orang yang tekah menjawab pertanyaan ini, dan mereka membuat 1 pilihan yang terbaik menurut mereka. Tetapi telah ditemukan 1 jawaban yang mengejutkan…!

Saya akan memberikan kunci mobil saya kepada teman lama yang pernah menyelamatkan hidup saya, agar dia dapat segera mengantar wanita yang sekarat itu dalam mencari pertolongan. Sementara saya akan berdiri di samping partner yang saya telah saya idamkan, sambil menunggu tumpangan yang akan lewat.”

Kadang, kita akan mendapatkan lebih banyak jika tidak terpaku pada apa yang sudah menjadi “kerangka berpikir” kita. Beranilah berpikir melampaui batas! Jangan pernah lupa untuk “think outside the box“!

1 Pertanyaan buat kamu;

Pada siang hari ketika kamu sedang berjalan kaki di jalan raya, tiba tiba kamu melihat seorang pejalan kaki tertabrak oleh sebuah mobil dalam kecepatan tinggi, orang itu pun butuh pertolongan. Dan kamu harus segera menolongnya

Disaat kamu sedang berjalan menghampiri orang tersebut tiba tiba kembali kamu dikejutkan dengan sebuah sepeda motor yang jatuh sendiri yang dimana ternyata pengendara itu seorang kakek tua yang penglihatannya sudah tidak jelas lagi dan kakek tua itu juga butuh pertolongan.

Didalam waktu yang bersamaan terjadi 2 kecelakaan.

Pertanyaannya, siapakah yang harus kamu tolong duluan???

THINK OUTSIDE THE BOX !

Thanks,

SANDY KHARISMA- PPM SCHOOL of MANAGEMENT